Terkurung Sepi
Malamku yang pekat sekali,
mengimbau kenangan silih berlalu,
mewariskan gerhana di pelusuk kamar,
jiwaku yang runtuh menyapu sengsara,
tragis yang silam aku meratap
saban hari burung bersiul
menjerit meminta tolong
dilepaskan diri dari arus kesepian hidup
aku di sini terkurung sepi
didalam dekapan ayah dan bunda
terkurung di dalam hidup kecewa
ke mana hilangnya perikemanusiaan
sanggup kau buat aku begini?
Matahari keemasan setia menanti
coba menolong tapi tak jadi
aku terkurung dibuai sepi
ke mana kawanku yang paling sejati..?


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda